Pages

Sabtu, 14 September 2013

Melewatkan Sarapan, Waspadai Penyakit Jantung

Diposting oleh K. A. Rizfi di 09.32 0 komentar
http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/19/193000_oatmeal_663_382.jpg
Kesibukan yang padat seringkali membuat kita melewatkan sarapan, dan malah menggantinya dengan secangkir kopi sebagai obat kantuk. Padahal, sarapan ini penting sebagai pembentukan energi untuk memulai aktivitas. Termasuk mengusir rasa kantuk dan lemas. 

Dilansir NHS News, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu sering melewatkan sarapan memunculkan risiko penyakit jantung koroner. Risiko tersebut bahkan mencapai 27 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin sarapan.

Tidak hanya sarapan, seseorang yang sering melakukan midnight snack atau mengonsumsi makanan sebelum tidur, juga memiliki risiko 55 persen menderita jantung koroner dibanding mereka yang tidak.

Penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health dan Harvard Medical School ini, melibatkan 26.902 responden berusia antara 45 hingga 82 tahun, yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit kanker, jantung koroner, serangan jantung atau stroke.

Pertanyaan yang harus dijawab: berapa kali mereka mengonsumsi makanan setiap hari, dan waktu yang paling sering digunakan untuk makan. Juga asupan energi, kualitas makanan, dan konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, status pernikahan, status pekerjaan.

Pengamatan yang dilakukan selama 16 tahun ini juga memeriksa jantung para responden setiap dua tahun sekali. 

Hasilnya, sekitar 1.527 orang menderita penyakit jantung koroner. Yakni, 27 persen pada mereka yang melewatkan sarapan dan 55 persen pada mereka yang makan menjelang tidur.  

Meski begitu, penelitian ini belum memberikan sebab dan akibat antara sarapan dengan risiko penyakit jantung koroner. Karena risiko tersebut, bisa saja disebabkan oleh faktor lain seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau diabetes yang juga kerap menyerang mereka yang melewatkan sarapan.

Sumber: VIVAlife

Senin, 09 September 2013

Jus Buah, Bahaya Baru Penyebab Obesitas & Diabetes?

Diposting oleh K. A. Rizfi di 12.51 0 komentar
Terbiasa mengonsumsi jus buah saat sarapan? Selain lezat menyegarkan, Anda pasti juga menganggapnya menyehatkan. Minuman ini memang dipandang sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding soda.

Namun ternyata, jus buah juga bisa berdampak buruk pada tubuh. Menurut Profesor Barry Popkin, ahli gizi dari University of North Carolina jus buah bisa menjadi ‘bahaya baru’ yang menyebabkan obesitas.

Mengutip laman Daily Mail, jus memiliki kandungan gula seperti minuman soda berukuran besar. Jika dijus, buah akan kehilangan serat dan beberapa nutrisinya. Belum lagi jika ditambah gula. Akan ada ratusan ekstra kalori di dalamnya.

Barry menjelaskan, orang yang terlalu sering mengonsumsi jus lebih berisiko mengalami obesitas. Ia kemudian membandingkan seseorang yang mengonsumsi buah jeruk dan jus jeruk.

Dua buah jeruk saja sebenarnya sudah cukup mengenyangkan perut. Namun jika diganti dengan jus, apalagi memakai gula tambahan, seseorang justru cenderung ingin makan setelahnya.

Karena itulah, orang yang mengonsumsi buah utuh dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Sementara, orang yang lebih memilih jus buah justru meningkatkan risiko yang sama.

Mengganti jus buah dengan buah utuh sebanyak tiga kali seminggu, mengurangi risiko diabetes tipe 2 sampai tujuh persen.

“Jus buah dianggap memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Tetapi saat Anda menambahkan sejumlah gula, sama saja mengonsumsi empat sampai enam minuman soda dalam ukuran besar,” ujar Barry menerangkan.


Sumber: VIVAlife
 

Apa ya? Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review