Pages

Selasa, 25 Februari 2014

Asam, Basa, dan Garam

Diposting oleh K. A. Rizfi di 07.44 0 komentar

Asam

Buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebut asam. Secara kimia, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya. Beberapa asam yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
  1. Asam Asetat --> Larutan cuka
  2. Asam Askorbat --> Jeruk, tomat, sayuran
  3. Asam Sitrat --> Jeruk
  4. Asam Karbonat --> Larutan pencuci mata
  5. Asam Karbonat --> Minuman berkarbonasi
  6. Asam Klorida --> Asam lambung, obat tetes mata
  7. Asam Nitrat --> Pupuk, peledak (TNT)
  8. Asam Fosfat --> Deterjen, pupuk
  9. Asam Sulfat --> Baterai mobil, pupuk
  10. Asam Tatrat --> Anggur
  11. Asam Malat --> Apel
  12. Asam Formiat --> Sengatan lebah
  13. Asam Laktat --> Keju
  14. Asam Benzoat --> Bahan pengawet makanan
Sifat Asam
Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
a.    Memiliki rasa asam.

b.    Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
c.    Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
d.    Bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan karat pada logam.
e.   
Mengubah kertas lakmus menjadi warna merah.
f.    Menghantarkan arus listrik.
g.    Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.

Pengelompokan Asam
Berdasarkan kekuatannya, asam itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a.    Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya).
b.    Asam lemah, adalah asam yang sedikit menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (hanya terionisasi sebagian).

Asam juga berguna dalam kehidupan sehari-hari, contohnya adalah sebagai berikut:
a.    Proses dalam pembuatan pupuk
b.    Proses dalam pembuatan obat-obatan
c.    Pembersih permukaan logam
d.    Proses pembuatan bahan peledak
e.    Proses pembuatan pengawet makanan

Basa

Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa. Beberapa contoh basa yang kita kenal, antara lain:
  1. Aluminium Hidroksida --> Deodoran, antasida
  2. Kalsium Hidroksida --> Mortar dan plester
  3. Magnesium Hidroksida --> Obat urus-urus, antasida
  4. Natrium Hidroksida --> Bahan sabun
Sifat Basa
Suatu zat dapat dikatakan basa jika zat tersebut punya sifat sebagai berikut.
a.    Rasanya pahit dan terasa licin pada kulit.
b.    Apabila dilarutkan dalam air, zat tersebut akan akan menghasilkan ion OH.
c.    Memiliki pH di atas 7 (pH > 7).
d.    Bersifat elektrolit.
e.    Mengubah kertas lakmus menjadi warna biru.
f.    Menetralkan sifat asam.

Pengelompokan Basa
Berdasarkan kemampuan melepaskan ion OH, basa dapat terbagi menjadi 2 yaitu :
a.    Basa kuat, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah yang besar. Basa kuat biasanya disebut dengan istilah kausatik. Contohnya Natrium hidroksida, Kalium hidroksida, dan Kalsium hidroksida.
b.    Basa lemah, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah kecil. Contohnya ammonia.

Penggunaan basa dalam suatu kehidupan sehari-hari
a.    Bahan dalam pembuatan semen.
b.    Pembuatan deterjen/sabun.
c.    Baking soda dalam pembuatan kue.

Garam

Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Terdapat beberapa contoh garam, antara lain: NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari–hari tentu kamu tidak asing dengan garam. Contoh garam adalah garam dapur (NaCl) yang biasa digunakan untuk keperluan memasak. Tahukah kamu dari mana garam dapur tersebut diperoleh? Garam dapur dapat diperoleh dari air laut. Petani garam membuatnya dengan cara penguapan dan kristalisasi. Garam yang diperoleh kemudian diproses iodisasi (garam kalium, KI) sehingga diperoleh garam beriodium. Garam dapur juga dapat diperoleh dengan cara mencampur zat asam dan basa. Mengapa demikian? Asam bereaksi dengan basa membentuk zat netral dan tidak bersifat asam maupun basa. Reaksi antara asam dan basa dinamakan reaksi netralisasi. Sebagai contoh asam klorida bereaksi dengan natrium hidroksida (soda api) akan membentuk garam dapur dan air. Jika dengan menggunakan proses penguapan, maka air akan menguap dan tersisa endapan garam dapur saja.
HCl     +    NaOH        →         NaCl        +          H2O
Asam        Basa               Garam dapur             Air
Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam, antara lain:
• Asam + basa menghasilkan garam + air
• Basa + oksida asam menghasilkan garam + air
• Asam + oksida basa menghasilkan garam + air
• Oksida asam + oksida basa menghasilkan garam
• Logam + asam menghasilkan garam + H2

 Sifat Garam
Berikut ini adalah karakteristik dari garam.
1.    Memiliki titik lebur yang tinggi.
2.    Merupakan senyawa ionik dengan ikatan kuat.
3.    Dalam bentuk leburan atau larutan dapat menghantarkan listrik.
4.    Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral. Sifat ini tergantung dari jenis asam/basa kuat pembentuknya.

Reaksi penetralan berguna bagi manusia, antara lain produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dapat dinetralkan dengan menggunakan senyawa basa Mg(OH)2. Para petani menggunakan reaksi penetralan agar tanah yang terlalu asam dan tidak baik bagi tanaman dapat menjadi netral dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)2atau air kapur. Pasta gigi mengandung basa berfungsi untuk menetralkan mulut kita dari asam, yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut.


Sumber: Rumus Fisika











































Kamis, 02 Januari 2014

20 Fakta Unik Tentang Otak Manusia

Diposting oleh K. A. Rizfi di 01.01 0 komentar
 http://3.bp.blogspot.com/-EzDo5d-4yRs/UQ4uXNmfkpI/AAAAAAAAAKg/9m2Bzx6pr6c/s1600/CIRI-CIRI+ORANG+YANG+MENGGUNAKAN+OTAK+KANAN+ATAU+KIRI+_+fakihbondowoso.blogspot.com.jpg
Otak manusia adalah organ paling kompleks dalam tubuh manusia dan bahkan merupakan ciptaan Tuhan yang paling kompleks di alam semesta. Jelas bahwa segala hal yang diciptakan oleh manusia berasal dari otaknya, sehingga dapat dikatakan bahwa otak manusia adalah fitur paling menakjubkan dalam tubuh manusia.

Otak manusia dengan kompleksitasnya bekerja bagaikan alat penyimpanan yang aman dalam menyimpan kenangan seseorang. Kepribadian dan kesadaran seseorang juga sangat dipengaruhi otak manusia yang mampu memberikan semangat, gerak dan emosi.

Otak manusia merupakan pusat komando untuk sistem saraf pusat dan juga melayani manusia dengan kemampuan fisik dan kognitif. Ini merupakan beberapa saja dari peran penting otak manusia. Namun hal yang paling menakjubkan mengenai otak manusia adalah banyak fakta tidak diketahui banyak orang terkait otak yang sedang berfungsi penuh.

Berikut adalah 20 fakta unik dan menarik tentang otak manusia yang perlu diketahui:

1. Otak memiliki pusat humor. Terkadang, seseorang yang mengalami kerusakan otak pada lobus frontal tidak bisa merespon humor.

2. Anda tidak bisa mendengar percakapan telepon di ruangan bising. Hal ini karena otak tidak dapat membedakan kebisingan latar belakang (background noise) dari suara di telepon.

3. Menguap merupakan cara membangunkan Anda karena dengan menguap udara yang masuk ke dalam paru-paru menjadi lebih banyak, sehingga meningkatkan oksigen ke otak.

4. Otak kita cenderung lebih mampu mengingat lagu-lagu yang menyebalkan.

5. Energi atau daya yang digunakan otak lebih rendah daripada daya lampu pada kulkas. Otak hanya menggunakan daya sebesar 12 watt atau sekitar 17% dari total energi tubuh.

6. Terlalu sering mengalami jet lag dapat merusak daya ingat (memori). Hal ini terjadi karena hormon stres yang dilepaskan selama jet lag dapat merusak lobus temporal dan memori.

7. Berada di ketinggian membuat otak mempersepsikan pandangan visual menjadi aneh. Gangguan oksigen cenderung mengganggu pemrosesan visual dan emosional. Hal ini karena semakin tinggi suatu tempat kadar oksigen akan semakin tipis.

8. Memainkan game dengan adegan menembak musuh secara bersamaan membantu otak untuk multitasking. Menembak beberapa musuh sekaligus akan membagi perhatian Anda, ini berarti Anda harus terus-menerus bereaksi terhadap suatu rangsangan.

9. Anda tidak mungkin merasa geli ketika menggelitik diri sendiri. Ini terjadi karena otak menumpulkan sensasi geli ketika kita melakukannya sendiri.

10. Sinar matahari yang terlalu terang bisa membuat seseorang menjadi bersin. Hal ini terjadi karena serabut saraf yang bersinggungan di otak mengirim sinyal yang berasal dari mata melalui hidung.

11. Berat otak manusia adalah sekitar 1,36 kg.

12. Sekitar 75% otak adalah air.

13. Pertumbuhan otak manusia berhenti pada usia 18 tahun.

14. Otak menggunakan oksigen sebanyak 20% dari total oksigen dalam tubuh.

15. Penelitian menunjukkan bahwa gelombang otak lebih aktif saat bermimpi daripada ketika seseorang terjaga.

16. Stres yang berlebihan bisa mengubah sel-sel otak, struktur otak, dan fungsi otak.

17. Otak dapat hidup selama 4-6 menit tanpa oksigen, dan kemudian akan mulai mati. Bila tidak mendapat suplai oksigen selama 5-10 menit, otak akan mengalami kerusakan permanen.

18. Membaca dengan suara keras dan sering berbicara pada anak ternyata bisa memicu perkembangan otaknya.

19. Otak bayi yang baru lahir akan tumbuh sekitar tiga kali ukuran semula pada tahun pertama.

20. Otak manusia adalah organ tubuh yang paling banyak memiliki lemak. Sekitar 60% otak terdiri atas lemak.

Dari fata-fakta unik di atas tidak diragukan lagi bahwa otak manusia benar-benar merupakan organ tubuh yang luar biasa dan tentunya membutuhkan perawatan maksimal guna menjaga jalannya proses tubuh yang vital.

 Sumber: INILAH.COM

Sabtu, 14 September 2013

Melewatkan Sarapan, Waspadai Penyakit Jantung

Diposting oleh K. A. Rizfi di 09.32 0 komentar
http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/19/193000_oatmeal_663_382.jpg
Kesibukan yang padat seringkali membuat kita melewatkan sarapan, dan malah menggantinya dengan secangkir kopi sebagai obat kantuk. Padahal, sarapan ini penting sebagai pembentukan energi untuk memulai aktivitas. Termasuk mengusir rasa kantuk dan lemas. 

Dilansir NHS News, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu sering melewatkan sarapan memunculkan risiko penyakit jantung koroner. Risiko tersebut bahkan mencapai 27 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin sarapan.

Tidak hanya sarapan, seseorang yang sering melakukan midnight snack atau mengonsumsi makanan sebelum tidur, juga memiliki risiko 55 persen menderita jantung koroner dibanding mereka yang tidak.

Penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health dan Harvard Medical School ini, melibatkan 26.902 responden berusia antara 45 hingga 82 tahun, yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit kanker, jantung koroner, serangan jantung atau stroke.

Pertanyaan yang harus dijawab: berapa kali mereka mengonsumsi makanan setiap hari, dan waktu yang paling sering digunakan untuk makan. Juga asupan energi, kualitas makanan, dan konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, status pernikahan, status pekerjaan.

Pengamatan yang dilakukan selama 16 tahun ini juga memeriksa jantung para responden setiap dua tahun sekali. 

Hasilnya, sekitar 1.527 orang menderita penyakit jantung koroner. Yakni, 27 persen pada mereka yang melewatkan sarapan dan 55 persen pada mereka yang makan menjelang tidur.  

Meski begitu, penelitian ini belum memberikan sebab dan akibat antara sarapan dengan risiko penyakit jantung koroner. Karena risiko tersebut, bisa saja disebabkan oleh faktor lain seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau diabetes yang juga kerap menyerang mereka yang melewatkan sarapan.

Sumber: VIVAlife

Senin, 09 September 2013

Jus Buah, Bahaya Baru Penyebab Obesitas & Diabetes?

Diposting oleh K. A. Rizfi di 12.51 0 komentar
Terbiasa mengonsumsi jus buah saat sarapan? Selain lezat menyegarkan, Anda pasti juga menganggapnya menyehatkan. Minuman ini memang dipandang sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding soda.

Namun ternyata, jus buah juga bisa berdampak buruk pada tubuh. Menurut Profesor Barry Popkin, ahli gizi dari University of North Carolina jus buah bisa menjadi ‘bahaya baru’ yang menyebabkan obesitas.

Mengutip laman Daily Mail, jus memiliki kandungan gula seperti minuman soda berukuran besar. Jika dijus, buah akan kehilangan serat dan beberapa nutrisinya. Belum lagi jika ditambah gula. Akan ada ratusan ekstra kalori di dalamnya.

Barry menjelaskan, orang yang terlalu sering mengonsumsi jus lebih berisiko mengalami obesitas. Ia kemudian membandingkan seseorang yang mengonsumsi buah jeruk dan jus jeruk.

Dua buah jeruk saja sebenarnya sudah cukup mengenyangkan perut. Namun jika diganti dengan jus, apalagi memakai gula tambahan, seseorang justru cenderung ingin makan setelahnya.

Karena itulah, orang yang mengonsumsi buah utuh dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Sementara, orang yang lebih memilih jus buah justru meningkatkan risiko yang sama.

Mengganti jus buah dengan buah utuh sebanyak tiga kali seminggu, mengurangi risiko diabetes tipe 2 sampai tujuh persen.

“Jus buah dianggap memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Tetapi saat Anda menambahkan sejumlah gula, sama saja mengonsumsi empat sampai enam minuman soda dalam ukuran besar,” ujar Barry menerangkan.


Sumber: VIVAlife
 

Apa ya? Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review